Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Puisi : dunia malam

Malam mulai menyapa setelah keheningan senja.
Para penghias langit pun mulai terlihat tampak.
Bulan sabit tampak indah melempar senyuman.
Bintang teman malam pun bagai pendamping sang rembulan.
Aroma malam bagaikan sang penyejuk angan.
Dan mulai membius para penikmat malam.
Di bawah langit mulai memunculkan keramaian.
Ini lah kota malam.
Yang digambarkan bagai surganya para penikmat malam.
Tua maupun muda mereka menikmatinya.
Usia tak dihiraukan.
Asalkan gelapnya malam bisa menghapus beban para penikmatnya.

Jumat, 05 April 2013

Wajah Bertopeng

Perahu kertas ku mulai melaju.
Mengikuti aliran sungai sampai kehulu.
Membawa kisah perjalanan manusia yang tak menentu.
Melewati kenangan-kenangan masa lalu.
Dan melupakan hal-hal yang tak perlu.

Perahu kertas ku mulai melaju.
Menuju pemberhentian yang baru.
Berharap tak dipertemukan sesuatu.
Wajah bertopeng yang selalu membuat keliru.
Terkadang mereka menjadi benalu.
Sampai-sampai mereka tak punya malu.
Membuat dunia menjadi kelabu.

Perahu kertas ku mulai menepi.
Di tempat nan sepi.
Tak ada yang menempati.
Semua terlihat mati.
Semua terlihat sunyi.
Tidak ada yang bisa diperlihati.
Para wajah bertopeng yang selalu membuat mati.
 
Dewi Ayu Kartika Blogger Template by Ipietoon Blogger Template