Senin, 29 Oktober 2012

Ingin Mendirikan Organisasi Apa?


            Jika ditanya ingin mendirikan organisasi apa? Maka saya akan menjawab ingin mendirikan organisasi sosial. Organisasi semacam ini tidak berharap keuntungan dalam bentuk materi, tujuannya itu sendiri hanya ingin melayani kepentingan masyarakat, tanpa menghitung untung ruginya. Karena manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun dalam kehidupannya harus berkelompok dan bermasyarakat. 
Manusia tidak dapat berdiri sendiri, namun bergantung kepada orang lain. Manusia tanpa manusia lainnya tidak akan bisa bertahan hidup. Dalam kehidupannya dengan manusia lain manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan orang lain, karena manusia mempunyai naluri untuk selalu hidup dengan orang lain. Dengan demikian manusia itu merupakan bagian dari suatu organisasi sosial, karena hampir seluruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia berkaitan dengan oranglain.
Didalam organisasi ini saya ingin membuat suatu perkumpulan komunitas pecinta anak jalanan atau bisa disebut juga KPAJ. Di berbagai daerah ada banyak yang menggerakan komunitas ini dan sudah berdiri pada tanggal 15 februari 2010 melalui media sosial atau facebook, pengikut dari komunitas ini pun banyak. Komunitas ini tercipta dari keresahan kami melihat anak – anak jalanan, yang masih dalam usia sekolah mereka malah turun ke jalan untuk mencari sesuap nasi.
Di dalam komunitas ini para anak jalanan diajarkan untuk merasakan dunia pendidikan karena selama ini mereka tidak diberikan hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran seperti halnya anak-anak yang berasal dari golongan mampu.Tidak hanya diberikan suatu materi pelajaran sekolah saja, tapi mereka akan diajarkan suatu norma dan kesopanan, mendapatkan pelajaran agama, membuat suatu kerajinan yang suatu hari nanti kerajinan tersebut hasilnya bisa dijual untuk uang jajan mereka, mereka juga diajarkan untuk mengenali, mempelajari dan mencintai budaya mereka itu sendiri.

Sabtu, 27 Oktober 2012

ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN

Organisasi Lembaga Pendidikan adalah koordinasi  secara rasional sejumlah orang dalam membentuk institusi pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.Demikian kompleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang.

Lembaga pendidikan adalah suatu lembaga yang bertujuan mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki anak-anak agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manuasia, baik secara individual maupun sebagai anggota masyarakat. Kegiatan untuk mengembangkan potensi itu harus dilakukan secara berencana, terarah dan sistematik guna mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan di atas diperlukan suatu organisasi lembaga pendidikan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat ditentukan berdasarkan suatu kriteria-kriteria tertentu. Pengorganisasian suatu lembaga pendidikan tergantung pada beberapa aspek antara lain: jalur, jenjang, dan jenis  organisasi lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 16). Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Ada tiga jalur pendidkan yang berperanan dalam pembentukan kualitas sumber daya manuasia, yaitu terdiri atas: pendidikan formal, nonformal, dan informal. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 14). Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 15).

 Untuk mencapai tujuan sebuah organisasi maka diperlukan kriteria keberhasilan organisasi lembaga pendidikan. Kriteria keberhasilan berfungsi untuk menentukan nilai suatu aspek dalam suatu komponen tertentu. Pengelolaan suatu lembaga pendidikan yang efektif dan efisien merupakan syarat mutlak keberhasilan organisasi tersebut. Tidak terkecuali lembaga pendidikan yang juga akan semakin dituntut menjadi suatu organisasi yang tepat sasaran dan berdayaguna. Sebagai salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan, selayaknya sekolah memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas SDM.

Pada era globalisasi, lembaga pendidikan harus dapat mencetak “leader-leader” yang tangguh dan berkualitas. “Leader–leader” pada masa yang akan datang harus dapat mengubah pola pikir untuk menyelesaikan sesuatu dengan kekuatan manusia (manpower) menjadi pola pikir kekuatan otak (mindpower). Konsep pendidikan juga harus dapat menghasilkan out put lembaga pendidikan yang dapat menciptakan “corporate culture”, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan norma–norma yang berlaku masa itu dan pada gilirannya tumbuh kreativitas dan inisiatif, sehingga munculah peluang baru (new opportunity). Out put pendidikan dimasa datang juga diharapkan dapat memandang manusia bukan sebagai pekerja tetapi sebagai mitra kerja dengan keunggulan yang berbeda. Dengan demikian, seorang leader yang keluar dari persaingan global, harus dapat memandang manusia sebagai manusia, bukan pekerja.


SUMBER :
http://ganieindraviantoro.wordpress.com/2012/04/05/makalah-kriteria-keberhasilan-lembaga-pendidikan/

TUGAS SOFTSKILL

SOFTSKILL KOPERASI (tugas kelompok)">

Rabu, 05 September 2012

Look at this picture!

Jangan ngaku sok ganteng kalau lo gak bisa kaya ni orang!! (҂`´)-σ
Gak seperti orang bilang orang cakep dapetnya yang cakep, yang jelek dapetnya yang jelek, liat aja dunia ini adil kan, buktinya orang yang gak ganteng dapet yang cantik,bagaikan dalam cerita beauty and the beast (‾‾")





Sharing tentang kucing



1. Pada kulit kucing terdapat otot yg berfungsi utk menolak telur bakteri.
2. Otot kucing dpt menyesuaikan dgn sentuhan otot manusia.
3. Permukaan lidah kucing tertutupi berbagai benjolan kecil runcing mengerucut spt kikir/gergaji.
4. Bentuk lidah kucing berguna utk membersihkan kulit.
5. Ketika kucing minum, tdk ada setetes cairan yg jatuh dari lidahnya.
6. Lidah kucing dgn permukaan kasar sebagai pembersih bulu" mati.

cr via twitter 

@makanankucingku

Proses Perkawinan Kucing




Proses perkawinan kucing akan berlangsung 2-7 hari dan setelah itu pejantan dan betina bisa dipisahkan. Ini prosesnya:

1. Satukan kedua induk dalam satu ruangan yang sudah dipersiapkan.

2. Biarkan proses perkawinan
 berjalan alami selama sekitar 2-7 hari tergantung keberhasilannya, normalnya 3-4 hari saja. Biasanya perkawinan akan berlangsung berkali kali.



3. Pejantan akan mendekati betina, menciumi kemaluan betina, mulai menaiki sambil menggigit tengkuk betina, dan berlangsunglah perkawinan.



4. Proses perkawinan terjadi jika induk betina setelah kawin dia menggeram keras dan berguling-guling, kadang sambil menjilati kemaluannya. Karena penis pejantan bergerigi jadi betina akan kesakitan.



5. Ada kalanya betina sulit dikawini pejantan karena salah posisi (miring, terlentang, pinggul tidak diangkat). Jika hal ini terjadi maka Anda dapat membantunya dengan memegang betina pada posisi yang benar. Keberhasilan proses ini tergantung pada kemauan, kemampuan, pengalaman, dan kesabaran pejantan menghadapi betina.



6. Pisahkan kedua kucing jika proses perkawainan sudah selesai.



7. Sebaiknya mating dilakukan 3-4 kali per hari dalam jangka waktu 2-3 hari berturutan, setelah itu pisahkan pejantan dan betinanya sampai kita yakin terjadinya kehamilan.


cr : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=490601667617377&set=a.179958388681708.44712.179741675370046&type=1&relevant_count=1

Kamis, 09 Agustus 2012

Ternyata Alam Semesta Berbentuk Terompet Sangkakala




Assalamu'alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuhu

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan obs
ervasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).

Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah Radhiyallaahu 'Anhu berkata : Rasulullah bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Alloh menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Alloh yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Alloh telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam al Qur'an

Ayyatum Minal Qur'an

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Alloh. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”(QS An Naml :87)

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Alloh, Allohu Akbar!

cr : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151148438610180&set=a.10151003181825180.480702.327342750179&type=1&ref=nf

Jumat, 30 Maret 2012

Makalah 2 : Peran Budaya Daerah dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa

Peran Budaya daerah Dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa

Jumat, 02 Maret 2012

Tugas IBD BAB 1 - BAB 11






Nama : Dewi Ayu Kartika
Kelas : 1KA36
NPM : 11111954
Mata Kuliah : ILMU BUDAYA DASAR
Dosen : Muhammad Burhan Amin


BAB 1 TINJAUAN TENTANG IBD


BAB. 2 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
BAB 3. KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN


BAB 4. MANUSIA DAN CINTA KASIH


BAB 5. MANUSIA DAN KEINDAHAN


BAB 6. MANUSIA DAN PENDERITAAN







BAB 7. MANUSIA DAN KEADILAN





BAB 8. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP




BAB 9. MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB



BAB 10. MANUSIA DAN KEGELISAHAN

 

 
 

 
 
 

BAB 11. MANUSIA DAN HARAPAN

 
 
 

 
 
 
Dewi Ayu Kartika Blogger Template by Ipietoon Blogger Template